Pilu Mbah Surati Jalani Masa Tua Seorang Diri

Pilu Mbah Surati Jalani Masa Tua Seorang Diri

Sudah selayaknya usia senja merupakan waktu bagi seseorang untuk menikmati masa tuanya bersama keluarga. Namun, tidak dengan Mbah Surati, jauh dari kehangatan keluarga serta anak cucu. Ia tinggal di rumah sederhana. Perempuan yang berusia lanjut ini diketahui tinggal seorang diri tanpa ada keluarga yang menemani di daerah Plumbungan, Karangmalang, Sragen.

Di usia yang makin tua, ia sudah tidak bisa lagi bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari Mbah Surati dibantu oleh tetangga. Untuk makan sehari-hari Mbah Surati bergantung pada belas kasihan para tetangga sekitar. Bu Haji lah orang yang setia mengurus Mbah Surati selama ini. Kehidupan pilu Mbah Surati ini membuat siapa saja yang melihatnya menjadi iba. Raganya tak sesempurna dulu, untuk berjalan saja Mbah Surati mengandalkan alat bantu jalan (kruk) karena ia pernah mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia kesulitan untuk berjalan. Bahkan rumah mungil yang ia tempati dibangun di tanah milik orang lain.

Raut bahagia menghiasi wajah keriputnya saat menerima bantuan Program Sayangi Lansia dari Lazismu Sragen. Sobat, yuk bantu para lansia dhuafa yang tidak menyerah dan terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan sedekah terbaikmu melalui:

https://lazismusragen.org/campaign/raih-pahala-tak-terputus-dengan-sedekah-jariyah

Leave a Comment

Bagikan Kepada Teman

Facebook
WhatsApp
Twitter