Derita Kelumpuhan Otak, Aulia Berjuang Menghafal Al Qur’an

Kisah menyentuh hadir dari seorang remaja asal Sidoharjo Sragen. Aulia Rahma Andayani (13) merupakan seorang anak berkebutuhan khusus dengan kelumpuhan otak (cerebral palsy) yang ia derita sejak lahir. Aulia dan ayah ibunya tinggal di perumahan Singopadu yang merupakan rumah milik kerabatnya. Ayahnya bekerja sebagai kurir di daerah Surakarta dan jarang pulang karena tuntutan pekerjaan.

Dalam keseharian sang ibu hanya dirumah dan merawat Aulia, untuk mencukupi kehidupan sehari – hari hanya mengandalkan dari penghasilan suaminya. Ia tidak bekerja karena memang harus merawat Aulia dan mengantar Aulia tiap kali terapi maupun sekolah. “Aulia tak seperti anak-anak seusianya yang bisa bermain dan berlari. Penyakit itu membuat motoriknya tidak dapat dikendalikan dan mengharuskannya duduk di kursi roda” ungkap ibunya.

Cerebral palsy (CP) disebabkan cedera pada otak yang belum matang. CP mempengaruhi gerak dan postur tubuh serta gangguan motorik yang membuat penderitanya tak bisa aktif bergerak sebagaimana anak-anak pada umumnya. Kendati demikian sang ibu berusaha agar buah hatinya mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak pada umumnya. Ia rela antar jemput Aulia ke salah satu sekolah untuk anak berkebutuhan khusus di Karanganyar dan mengambil program hafalan Al – Qur’an.

“ Saat ini Aulia memang belum bisa menulis maupun membaca, bahkan huruf “a “saja ia belum mengerti. Tapi ketika ia mendengarkan murotal Qur’an Aulia bisa mengerti dan mampu menirukannya” terangnya.

Leave a Comment